11 December 2006
Bahasa Inggris
Keterampilan berbahasa adalah sebuah kemampuan yang sangat di butuhkan dalam komunikasi.bahasa adalah sebuah jembatan komunikasi agar maksud yang disampaikan dapat di mengerti oleh penerima.tapi bahasa yang ada di dunia tidak cuman satu,jumlahnya begitu banyak.bila kita bekerja dalam lingkungan yang hanya menggunakan satu bahasa saja maka perkara bahasa bukan masalah utama.tapi kalo kita bekerja dengan orang dari berbagai negara maka perkara bahasa mungkin saja sebuah masalah.
Saya adalah seorang dengan kemampuan bahasa yang cukup rendah.saya tinggal di makassar beberapa tahun tapi saya ngak bisa-bisa bahasa makassar.Beberapa tahun di bandung kemampuan bahasa sunda saya masih cupu.saya tinggal lama dengan orang padang tapi bahasa padang saya amatlah jelek.jadi saya hanya bisa dua bahasa,bahasa indonesia dan bahasa bugis.
Bahasa inggris katanya adalah bahasa internasional.Dari smp sampe kuliah belajar bahasa inggris.Filem-filem juga kebanyakan berbahasa inggris.tapi kemampuan berbahasa inggris saya cuman seputaran yes dan no.Kan banyak filem berbahasa inggris????? kan ada teksnya ngapain susah-susah.
Seorang kakak yang selalu membimbing saya pada awal masa perkuliahan pernah berpesan untuk tidak pernah berhenti belajar karena suatu saat kemampuan saya akan teruji.Pesan itu teringat kembali setelah beberapa tahun terlupakan.karena saat ini saya menghadapi kenyataan hidup dimana saya harus bisa berbahasa inggris dalam waktu yang singkat.
Ujian pertama,saya akan membuat standard desain electrical dimana partner kerja saya adalah seorang swedia bertubuh besar dan di juluki oleh teman-teman hagrid.permasalahan pertama ternyata orang swedia memiliki kebiasaan berbicara adalah dengan mengeluarkan suara dari tennggorokan sehingga menghasilkan suara yang berat dan tidak terlalu jelas di telinga saya ditambah lagi dengan tempo berbicara yang amat cepat.
Seminggu pertama adalah yang paling berat dimana saya harus mendengarkan penjelasan panjang lebar dalam bahasa inggris.untunglah sebahagian kerjaan say aberhubungan dengan gambar-gambar sehingga saya mencoba mencorat-coret atau membuat sebuah gambar agar saya bisa mengerti apa yang diinginkannya.Setelah satu minggu akhirnya saya sudah mulai mengerti sistem yang di buat olehnya dan pengucapan katanya sudah mulai akrab di telinga saya.sepertinya saya telah bisa melewati ujian pertama dengan baik.
Ujian kedua dimulai ketika desain electrical dah mulai selesai saya pun di pindahkan untuk mengerjakan desain-desain pekerjaan sipil.Kali ini bos saya adalah seorang Belgia,yang begitu ekspresive dengan tingkat emosi yang cukup tinggi.saya mencoba menganalasi dalam keseharian sepertinya bos saya ini lebih banyak menggunakan bahasa prancis ketimbang bahasa inggris sehingga dengan sendirinya tingkat kesuliatannya menjadi lebih lagi.
Dalam ujian kedua ini ada pelajaran yang saya petik.kata pertama dalam bahasa inggris ternyata adalah f**k,kata kedua adalah s**t dan kata ketiga adalah gabungan dari keduanya.maka secara tidak sadar bahasa inggris saya pun menjelma menjadi bahasa inggris ngak jelas dengan komposisi kata-kata kotor yang lebih banyak.saya juga mempermantap "pelajaran" dengan lebih banyak nonton dvd sehingga dalam satu minggu saya pun memiliki banyak kosa kata baru seperti as***e,atau d***t.
Cukup lama juga saya mengalami priode ini sampai seorang teman pernah memberi tahu bahwa saya adalah tipikal orang yang bahasa inggrisnya keliatan banget bukan keluaran dari tempat kursus atau lembaga bahasa.but show must go on,baby.and i need to move on.Sampai suatu ketika saya di pindahkan lagi untuk memeriksa desain-desain yang telah siap di laksanakan di lapangan.partner saya kali ini adalah seorang filipine dan ini adalah ujian ketiga saya.
Kali ini saya emmasuki tahap normalisasi atau stabilisasi,saya mulai membeli buku-buku berbahasa inggris agar bahasa inggris saya jadi lebih normal.kendala utama adalah kali ini saya berurusan dengan beberapa kontraktor yang mengerjakan desain-desain tersebut.
Kendala utama adalah kadang-kadang mereka tidak terlalu mengerti apa yang di ucapakan oleh teman philiphine saya.jadi akhirnya saya mendapatkan tugas tambahan untuk mempresentasikan kembali penjelasan dari teman saya.Begitu juga kadang-kadang regulasi di indonesia tidak sama yang ada di negaranya sehingga kadang-kadang saya perlu memberikan penjelasan balik.
Ternyata untuk belajar kadang di perlukan keadaan yang memaksa.belajar dan mau menerima perubahan itu adalah kuncinya.kemampauan berhasa inggris saya mungkin udah ngak seperti beberapa bulan lalu tapi terus terang saya masih cupu dan masih harus belajar lebih banyak lagi.
21:46 Permalink | Comments (4) | Email this




Comments
ayo semangat!
belajar itu harus punya semangat supaya bisa tetap belajar..
jangan malu untuk belajar :)
ada saranku.. jangan mi dulu nonton film2 barat yang biasanya.. nonton mi dulu kayak spongebob, atau film2 anak2 yang berbahasa inggris.. trus matikan teksnya, berusaha untuk mendengar dan mengerti apa yang dibicarakan. film anak2 itu bahasa inggris yang paling mudah ;)
tetap semangat yah!
Posted by: rara | 11 December 2006
Alhamdulillah, ternyata orang rappang banyak yang hebat.
Dan saya juga orang Rappang.
Betul saran teman kita, salah satu cara melatih kemampuan english yaitu rajin nonton film anak2. Kebetulan saya kadang2 temani anak saya nonton film kartun (sponge bob, tom&jerry, playhouse ect).
Salam kenal, sukses selalu.
Posted by: hadi | 18 December 2006
Semangat....semangat.....
saya juga mengalami hal yang sama :)
untuk membiasakan diri setiap ketemu ponakan yang masih tk dimana di sekolahnya bahasa pengantarnya adalah bahasa inggris saya mencoba untuk berbahasa inggris sama dia.
anak2 yang masih kecil pengucapannya sangat2 jelas dan kalo bertanya bener2 harus sampai sejelas2nya...
otomatis akan melatih kita untuk berbicara dng bahasa inggris.
Posted by: mmm... | 09 January 2007
Jangan pernah bosan dan berhenti belajar! Kata salah seorang guruku yang Anthropologist, kemampuan berbahasa itu memang banyak sekali dipengaruhi faktor bakat atau talenta... tapi tidak berarti kalo tidak punya bakat berarti harus berhenti sampe' di situ :). Saya baru 'resmi' belajar Bahasa Inggris di Bali pada saat persiapan untuk sekolah dulu (itupun gratis, hehehe)... sebelum itu tidak pernah ada kursus-kursus-an. Yang paling penting adalah membiasakan untuk selalu praktek (menggunakan bahasa Inggris), jangan takut salah (yang penting "cambo'" saja dulu, hehehe). Practice makes perfect!
Anyway, salam kenal dari orang Bugis (Sidrap juga *wink*) di kampung Rockville :)
Posted by: Yaty | 04 February 2007
Post a comment