15 January 2008

Reject Generation

Entah siapa yang memulai di kantor memberikan istilah yang aneh-aneh.Dari kemarin aku mendengar satu yang membuat aku kadang tersenyum.mari kita bahas istilah ini:

"REJECT GENERATION"

Reject bisa berarti sesuatu yang tidak dapat di jual disebabkan oleh beberapa kekurangan kecil.Reject generation bukan berarti generasi yang penuh kekurangan.Reject generation adalah sebuah istilah di kantor kami untuk mereka-mereka telat nikah.(tips:jangan pernah masukin ke hati candaan teman kantor)

Kalo dirimu sudah cukup gede (24 tahun keataslah),udah kerja,sallary dah cukup untuk makan sebulan,sering kedapatan ngeliat gambar-gambar/video bokep dan kalo ngomong terkadang sok dewasa maka bersiaplah untuk menghadapi interogasi dari lingkungan sekitar.Pertanyannya singkat,padat dan jelas :"kapan kawin ???"

Bagi beberapa orang yang ternyata cukup kuat untuk melawan interogasi lingkungan seperti ini,maka jadilah mereka jomblo bahagia yang begitu asik dengan kehidupannya sendiri.Dan teman-teman yang betah seperti itu di kantor biasanya dapat julukan seperti itu.Bukan untuk melecehkan tapi untuk memberikan motivasi dan penyadaran bahwa masih ada kehidupan lain selain bekerja.

n.b:berhubung aku masih 26 tahun (sepertinya termuda di kantor) maka predikat reject generation belum bisa di berikan (mudah-mudahan ngak....)

Comments

hai......
Jangan terburu2 untuk nelangkah ke jenjang pernikahan karena cuman terdesak sama umur. Siapkan segala sesuatunya..Jadi kapan nikahnya neh supaya ga menyadang gelar
"Reject Generation" .
Cayoo............

Posted by: mmm... | 21 January 2008

he-he-he... finally, dirimu juga tidak sempat jadi "reject generation". Insya Allah tanggal 13 juni nanti setengah agama/dien akan disempurnakan oleh. menikah meski tak mudah adalah tanggung jawab dan "event" ibadah besar. semoga Allah selalu melimpahi kamian berdua dan keturunan kalian kelak rahmat yang tiada putusnya dan hidayah yang akan menjelang jalan indah menujuNya. Amien spupu....

Posted by: nola | 02 June 2008

pertimbangkan umur juga penting mas, jangan sampai anak2 kita masih SD, eh..kitanya sudah pensiun, kasian kan nda ada yg bantu biayain sekolahnya. hehehe (padahal yg nulis jg blm merit,pdhal sdh 26)

Posted by: labaco' | 22 September 2008

pertimbangkan umur juga penting mas, jangan sampai anak2 kita masih SD, eh..kitanya sudah pensiun, kasian kan nda ada yg bantu biayain sekolahnya. hehehe (padahal yg nulis jg blm merit,pdhal sdh 26)

Posted by: labaco' | 22 September 2008

Post a comment