29 December 2004

Surga dan neraka

semenjak saya membeli mp3 bajakan baru di alun2 kota bandung kemarin tak henti-hentinya teman saya si aca menyetel lagu-lagu itu maklum lagu-lagunya baru dan masih jarang ada yang menyetelnya.salah satu lagu andalan yang paling sering di setel yaitu bila surga dan neraka tak pernah ada lagu yang di nyanyiin ama ahmad dhani dan chrisye,sambil mendengarkan tiap bait dari lagu itu tiba-tiba membuat saya merenung.

surga merupakan sesuatu yang identik dengan kebahagiaan,ketentraman,kenyamanan dan neraka adalah sesuatu yang identik dengan kesengsaraan,penderitaan pokoknya sesuatu yang tidak menyenangkan,dan sudah diketahui secara umum bila tiap orang entah itu dia muda,tua kakek2 nenek2 om2 tante2 untuk selalu takut pada
neraka dan menginginkan surga.

secara jujur saya pun mengakui mengalami hal yang demikian,namun cobalah kita sedikit merenung sebenarnya kita terlalu terbuai dengan kerinduan dan ketakutan surga dan neraka,hal ini membuat kita kehilangan kekuatan terbesar kita yaitu sesuatu yang bernama keikhlasan,bagaumanapun juga harus di akui bahwa adanya surga dan neraka memberi banyak manfaat,tapi tidak sedikit manusia yang kemudian menjadi "pedagang" ya..... berdagang dengan hidup

keihlasan bukanlah suatu kelemahan,dia adlah sumber kekuatan manusia,begitu banyak cerita yang sering kita dengar mengenai keikhlasan.

satu hal lagi ketakutan manusia akibat konsepsi surga dan neraka adalah keenganan kita untuk melewati neraka(baca:tempaan2,masalah,cobaan)padahal sesunnguh neraka2 yang menimpa kita adalah jalan untuk menempatkan diri kita menjadi lebih baik,bukankah kita merasa betapa nikmatnya makanan setelah kita
melewati lapar yang panjang,bukankah kita merasakan betapa nikmatnya duduk di mobil ber-AC setelah kita berjalan kaki di tengah terik matahari,surga memang tempat yang indah tapi akan jauh akan kelihatan indah jika kita telah melalui titian neraka.seperti yang sering teman2 ungkapkan ketika kami selalu berkumpul setelah solat maghrib kehidupan ibarat uang logam,suka -duka,tangis-senyum,sukses-gagal akan datang seperti aliran air yang memiliki peranan masing-masing,surga akan terasa indah ketika seseorang telah melalui titian neraka jadi hadapi saja dengan ketulusan dan keikhlasan

05:20 Posted in Renungan | Permalink | Comments (2) | Email this

08 December 2004

Orang-orang Terlupakan

pengemis1.gifKehidupan yang kita jalani ini dapat diibaratkan seperti permainan jigsaw puzzle: untuk dapat menyelesaikan gambaran besar diperlukan gabungan potongan-potongan gambar kecil yang saling melengkapi.

Adalah manusiawi sekali di tengah-tengah rutinitas kehidupan sehari-hari, sebagian besar dari kita pastilah tidak pernah berpikir tentang orang-orang tak nampak yang merupakan potongan-potongan gambar yang membentuk kehidupan kita.

Pernahkah terlintas di dalam pikiran kita dari mana asal beras yang kita tanak menjadi nasi? Pernahkah terpikir dari mana asal kemeja yang kita kenakan? Dari mana asal sepatu, sandal, sabun, lauk pauk dan sebagainya itu? Mungkin dengan mudah sebagian dari kita menjawab itu semua berasal dari uang yang kita belanjakan di supermarket dekat rumah.

Tetapi jika mau jujur, jika kita coba menelusuri semua itu kembali ke asalnya, akan kita temukan betapa panjangnya daftar orang-orang tak nampak yang ikut berperan dalam mewujudkan semua itu.

Seperti beras dari sawah yang dikelola petani, petani mengolah sawah dengan bantuan sapi pembajak dan pupuk dari pabrik, dan pabrik berjalan atas kerjasama para karyawannya. Atau seperti kemeja yang berasal dari kain yang dipintal dari benang yang diolah dari kapas yang ditanam petani dan tanah pertiwi menyediakan dirinya sebagai tempat tumbuh kembang untuknya.

Gambaran kehidupan kita terbentuk dari potongan-potongan kecil yang seringkali kita anggap remeh, hingga ia seolah-olah tak nampak ada dan kita berbesar kepala mengangkat dagu tinggi-tinggi karenanya.

Tanpa potongan-potongan kecil itu, tanpa orang-orang tak nampak itu, tak kan ada gambaran kehidupan ini: kita bukan siapa-siapa tanpa mereka.

09:10 Posted in Renungan | Permalink | Comments (0) | Email this

Esok Apakah Masih Ada

6.jpgPada suatu tempat, hiduplah seorang anak. Dia hidup dalam keluarga yang bahagia, dengan orang tua dan sanak keluarganya. Tetapi, dia tidak pernah mensyukuri betapa baiknya kehidupan yang dia miliki. Dia terus bermain,menggangu sanak keluarganya kalau mereka tidak mau bermain apa yang dia ingin main. Tetapi, ketika dia mau minta maaf, dia selalu berkata, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika agak besar, sekolah sangat menyenangkan baginya. Dia belajar,mendapat teman, dan sangat bahagia. Tetapi, dia nggak pernah mensyukurinya. Semua begitu saja dijalaninya sehingga dia anggap semua sudah sewajarnya. Suatu hari, dia berkelahari dengan teman baiknya.Walaupun dia tahu itu salah, tapi tidak tidak pernah mengambil inisiatif untuk minta maaf dan berbaikan dengan teman baiknya. Alasan dia, "Tidak apa-apa, besok kan bisa."

Ketika dia agak besar, teman baiknya tadi bukanlah temannya lagi. Walaupun dia masih sering melihat temannya itu, tapi mereka tidak pernah saling
tegur. Tapi itu bukanlah masalah, karena dia masih punya banyak teman baik yang lain. Dia dan teman-temannya hampir melakukan segala sesuatu bersama-sama, makan, main, kerjakan PR, dan jalan-jalan. Ya, mereka semua teman-temannya yang paling baik.

Setelah lulus, kerja membuatnya sibuk. Dia ketemu seorang cewek yang sangat cantik dan baik dan segera dia menjadi pacarnya. Dia begitu sibuk dengan kerjanya, karena dia ingin dipromosikan ke posisi paling tinggi dalam waktu yang sesingkat mungkin.

Tentu, dia rindu sama teman-temannya. Tapi dia tidak pernah lagi
menghubungi mereka lagi, bahkan lewat telepon. Dia selalu berkata, "Ah,aku capek, besok saja aku hubungin mereka." Ini tidak terlalu mengganggu dia karena dia punya teman-teman sekerja selalu mau diajak keluar. Jadi,waktu pun berlalu, dia lupa sama sekali untuk menelepon teman-temannya.

Setelah dia menikah dan punya anak, dia bekerja lebih keras agar dalam membahagiakan keluarganya. Dia tidak pernah lagi membeli bunga untuk istrinya, atau pun mengingat hari ulang tahun istrinya dan juga hari pernikahan mereka. Tapi, itu tidak masalah baginya, karena istrinya selalu mengerti dia, dan tidak pernah menyalahkannya. Tentu, kadang-kadang dia merasa bersalah dan sangat ingin punya kesempatan untuk mengatakan pada istrinya "Aku cinta kamu", tapi dia tidak pernah melakukannya. Alasan dia "Tidak apa-apa, saya pasti besok akan mengatakannya." Dia tidak pernah sempat datang ke pesta ulang tahun anak-anaknya, tapi dia tidak tahu ini akan berpengaruh pada anak-anaknya. Anak-anak mulai menjauhinya, dan tidak pernah benar-benar menghabiskan waktu mereka dengan ayahnya.

Suatu hari, kemalangan datang ketika istrinya tewas dalam kecelakaan. Dia ditabrak lari. Tapi hari itu, dia sedang ada rapat. Dia tidak sadar bahwa itu kecelakaan yang fatal, dia baru datang saat istrinya akan dijemput maut. Sebelum sempat berkata "Aku cinta kamu", istrinya meninggal.

Laki-laki itu remuk hatinya dan mencoba mencari menghibur diri melalu anak-anaknya setelah kematian istrinya. Tapi, dia baru sadar anak-anaknya tidak pernah mau berkomunikasi dengannya. Segera, anak-anaknya dewasa dan membangun keluarganya masing-masing. Tidak ada yang peduli sama orang tua ini yang di masa lalunya tidak pernah meluangkan waktunya untuk mereka.

Dia pindah ke rumah jompo yang terbaik, yang menyediakan pelayanan sangat baik dengan uang yang dia simpan untuk perayaan pernikahan ke 50, 60, dan 70 dia dan istrinya. Semua uang itu sebenarnya untuk dipakai pergi ke Hawaii, New Zealand, dan negara-negara lain, tapi kini dipakai untuk membayar biaya tinggal dia di rumah jompo tersebut.

Sejak itu sampai dia meninggal, hanya ada orang-orang tua dan suster yang merawatnya. Dia kini merasa sangat kesepian, perasaan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Saat dia mau meninggal, dia memanggil seorang suster dan berkata padanya, "Ah, andai saja aku menyadari ini dari dulu...." Dan dia meninggal dengan airmata di pipinya.

Apa yang saya ingin coba katakan pada kamu, waktu itu nggak pernah
berhenti. Kamu terus maju dan maju, sebelum kamu sadar itu, kamu telah maju terlalu jauh. Jika kamu pernah bertengkar, segera berbaikanlah!

Jika kamu merasa ingin mendengar suara teman kamu, jangan ragu-ragu untuk meneleponnya segera.

Terakhir, tapi ini yang paling penting, jika kamu merasa kamu ingin bilang sama seseorang bahwa kamu sayang dia, jangan tunggu sampai terlambat. Jika kamu terus pikir bahwa kamu lain hari baru akan memberitahu dia, hari ini tidak pernah akan datang. Jika kamu selalu pikir bahwa besok akan datang, maka "besok" akan pergi begitu cepatnya hingga kamu baru sadar waktu telah meninggalkanmu.

08:10 Posted in Renungan | Permalink | Comments (2) | Email this

Bersyukurlah Dengan Apa Yang Kita Miliki

kaya1.jpgPernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener 'bad' dannggak berarti lagi.. dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain ! Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir,hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja! 'Kerja menyebalkan', hidup tak berguna', dan nggak ada sesuatu yang beres!!

Tapi semua itu berubah... sejak kemarin...Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilansangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita. Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya,mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yangnumpuk!!!

Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat. Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!! Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun!!, terus menghantuinya sampai sekarang. Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu 'so naughty' atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak!!!

Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat.. MENGEMIS...!!Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan!! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini,tetapi ini adalah KENYATAAN!!
Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri!!. Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah.

Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu...mereka berebutan untuk memakannya!! (suatu reaksi yang alami
dari kelaparan). Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami,kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat.

Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong)dan ia juga menghabiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepadaanak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu!

Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!! Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25!! Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri,betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna,pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN!!

Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali!! Nah, bagaimana dengan kamu? Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalahingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan..!!


Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR??? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki??*

08:05 Posted in Renungan | Permalink | Comments (1) | Email this

Kisah Manusia Perkasa

Setiap zaman, memang menyimpan misterinya sendiri-sendiri. Namun, di zaman yang miskin prestasi ini, tidak ada salahnya kalau kita berefleksi dari sejumlah manusia perkasa. Sebagai bahan inspirasi, saya mencoba mengumpulkan setumpukan kisah manusia yang tidak hanya berhasil membuka gembok psikologis, tetapi juga berhasil memberi warna lain terhadap peradaban manusia.

Kisah awal Soichiro Honda - pendiri dinasti usaha Honda yang legendaris - adalah cerita tentang murid miskin yang bercita-cita bisa mendisain piston. Setiap malam, Soichiro muda pekerjaannya hanya mendisain piston sampai tangannya cacat. Hampir
semua uang yang tersedia di kantong dialokasikan untuk itu. Bahkan, perhiasan isteripun dia jual habis. Namun, toh tetap tidak cukup untuk membuat mimpinya menjadi kenyataan.

Belakangan, setelah merasa yakin piston yang didisain cukup meyakinkan, datanglah dia ke pabrik mobil Toyota. Tetapi, nasib mujur belum memihak kepadanya. Toyota menolak rancangan piston terakhir. Dibutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mendisain ulang piston tadi. Dengan membuang rasa malu, Soichoro datang lagi menjual usulnya ke Toyota. Kali ini, usulannya diterima. Akan tetapi, keadaan perang - yang membuat perekonomian compang-camping - membuat semua mimpinya tenggelam.

Tidak mau berhenti mencoba, Soichiro kemudian mendirikan pabrik piston sendiri. Baru saja ada tanda-tanda awal kemajuan, AS membom Jepang dan berantakanlah semuanya. Di tengah-tengah ekonomi yang berantakan ini, ditandai oleh ketiadaan bahan bakar, banyak tetangga yang memintanya merubah sepeda menjadi motor. Melihat peluang yang besar, ia kemudian menyurati lebih dari 18.000 toko sepeda untuk menawarkan jasa yang sama. Ada sekitar 5.000 toko yang memberi respons. Sukses ? Ternyata belum, karena dalam waktu sekejap terjadi over supply dalam produk sepeda motor.

Abraham Lincoln, salah seorang presiden AS yang amat dikenang dalam sejarah dunia, memiliki kisah yang sama menariknya. Di umur 22, Lincoln gagal menjadi usahawan. Di umur 23 tidak berhasil menjadi anggota legislatif. Jatuh lagi usahanya di umur 25. Setahun kemudian, kekasih yang amat dia cintai meninggal dunia. Disusul kemudian oleh datangnya penyakit depresi mental. Ketika umur menginjak angka 34, 37 dan 39, ia kalah lagi secara berulang-ulang dalam pemilihan menjadi anggota kongres. Tidak letih untuk mencoba, ia kemudian mencoba mencalonkan diri menjadi senator di umur 46, ternyata gagal lagi. Tatkala angka usia menginjak 47, kalah lagi dalam pencalonan diri menjadi wakil presiden. Di umur 49, gagal lagi duduk di kursi senator. Namun, di umurnya yang ke 52, ia dipilih menjadi presiden AS yang selanjutnya dikenang sepanjang masa sebagai pemimpin legendaris.

Demos Thenes adalah seorang penderita kesulitan berbicara pada awalnya. Demikian parahnya penyakit terakhir, sampai-sampai ia pernah tidak bisa mengeluarkan satupun kata. Tidak menyerah dalam melawan penyakit terakhir, ia kemudian latihan ribuan kali sehari. Bahkan, sering memenuhi mulutnya dengan kerikil. Bayangkan, betapa rumit dan mahalnya ongkos belajar seorang Demos Thenes. Belakangan, sejarah Yunani mencatat Demos Thenes sebagai orator paling hebat di zamannya.

Napoleon, kalau ia hidup di Indonesia pada zamannya Habibie ini, mungkin ia sudah dipanggil oleh jaksa agung AM. Galib karena terlibat KKN (kecil-kecil nekat). Namun, dengan badannya yang kecil itu, ia memimpin banyak pasukan bertubuh besar dan berwatak emberani, untuk kemudian menaklukkan Eropa.

Werner von Braun, dalam sejarah dicatat sebagai penemu roket. Suatu hari, ia dipanggil sang boss. Ditanya tentang berapa kesalahan yang sudah ia lakukan, dengan nada tegas ia menyebut angka 65.121 kali. Ditanya lagi, perlu berapa kesalahan lagi agar roketnya bisa terbang, ia menyebut angka 5.000 kali lagi !.

Pemusik terkenal Billy Joel, sekolahnya berhenti di tingkat SMU. Pernah lama mengisi perut hanya dengan kegiatan menjadi pengamen. Lama juga tidur di emper setiap malamnya. Satu-satunya kekayaan yang ia miliki saat itu, adalah seorang pacar. Dan, yang inipun belakangan kabur tidak tahan. Ia pernah mau mencoba bunuh diri karena hal terakhir. Namun, kesadaran membawa dia datang ke seorang psikiatri. Dari sinilah
kemudian terbit sebuah kehidupan baru dalam diri Billy Joel.

Charles Dicken - seorang penulis terkemuka dunia, suatu hari bercita-cita menjadi seorang penulis. Sembari menjadi tukang tempel merk di sebuah pabrik lem tikus, ia mengirim tulisan agar bisa diterbitkan di media. Setelah ribuan kali tulisannya dikembalikan, ia sangat malu dengan rekan-rekan sekantornya. Tidak mau lebih malu lagi, ia kemudian mengirimkan tulisannya secara sembunyi- sembunyi hampir setiap malam. Tidak terhitung, di kiriman yang ke berapa ribu, akhirnya artikel pertamapun muncul di media.

Saya masih bisa tambah kisah-kisah ini dengan kisah lainnya. Seperti Walt Disney yang runtuh 302 kali sebelum menjadi proyek kebanggaan dunia. Winston Churchill yang masa kecilnya menjadi murid terbodoh.

Anda boleh saja menarik kesimpulan sendiri dari kisah-kisah di atas. Dan saya setuju dengan Anthony Robbins yang pernah menulis : 'repetition is the mother of skills'. Lebih-lebih jika pengulangan terakhir diramu dengan keberanian. Bagi saya, di balik keberanian tersembunyi kekuatan dan keajaiban. Anda punya pengalaman lain ?

07:55 Posted in Renungan | Permalink | Comments (1) | Email this

07 December 2004

Lelaki



lelaki tulen
tahu mengapa ia dijadikan lelaki dan bersifat lelaki dan tidak bertingkah laku hingga keluar dari kategori lelaki.

lelaki berharga
lelaki yang tidak cemburu buta karena lelaki yang cemburu itu lemah dan cemburu itu melambangkan dirinya tak berharga

lelaki yang teguh jiwa
tidaklah mudah mengalirkan air mata.bila lelaki menangis,harga dirinya hilang karena air mata adalah perhiasan hati wanita

lelaki yang sederhana
lelaki yang tidak meninggi diri dan tidak pula merendah diri

lelaki yang cantik
kecantikan lelaki berada pada perangai dan kebersihan hatinya

lelaki yang punya pendirian
lelaki yang berpegang teguh pada kata-katanya dan menunaikan janji bila berjanji

lelaki yang bersih
menjaga kebersihan dan rapi dan tidak canggung

lelaki yang cerdik
cepat paham tanpa perlu disebutkan

lelaki yang cakap
memberi tahu yang dinginkan tanpa diminta terlebih dahulu


lelaki yang bijak
tidak suka bercerita tentang kelebihan dan ketampanan dirinya

lelaki yang tabah
tidak mudah hilang akal dalam menghadapi masalah dan tidak bingung dan kalut bila menghadapi suasana menekan,kebosanan,atau cemas

lelaki yang berwawasan
tidak melakukan sesuatu tanpa merancang,objektif dan sigap dalam mengejar cita-cita,mengunakan waktu dengan baik.
lelaki yang baik
tidak suka berfoya-foya.taat pada agama.tidak berjudi,berzina atau minum khamar

lelaki yang sopan
tahu menghormati orang tua dan pandai mengambil hati
lelaki yang mengasihi walaupun tidak mengatakan kasihnya,tapi membuat wanita berharap mengunkapkan perasaannya

lelaki yang ceria
senang humor dan berbagi cerita,tidak pencemberut

11:10 Posted in Renungan | Permalink | Comments (0) | Email this